<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Self Reflection</title>
	<atom:link href="http://pratomo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pratomo.wordpress.com</link>
	<description>Just another contemplation for the peace of mind</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 09:36:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pratomo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Self Reflection</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pratomo.wordpress.com/osd.xml" title="Self Reflection" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pratomo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jihad Para Ibu Dalam Pandangan Islam</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2010/04/26/jihad-para-ibu-dalam-pandangan-islam/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2010/04/26/jihad-para-ibu-dalam-pandangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 02:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family & Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Islam mengajarkan bahwa kaum ibu merupakan fihak yang sangat istimewa dan tinggi derajatnya. Oleh karena itu kita sangat akrab dengan hadits yang menjelaskan keharusan seorang sahabat agar memprioritaskan berbuat baik kepada ibunya. Bahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutkan keharusan tersebut sebanyak tiga kali sebelum beliau akhirnya juga menganjurkan sahabat tadi agar berbuat baik kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=170&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/S6wv-QooCBkAAGqN6w81/muslim-family-0.jpg?et=kMueFZviL8KhEnHDx5ITng&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Islam mengajarkan bahwa kaum ibu merupakan fihak yang sangat istimewa dan tinggi derajatnya. Oleh karena itu kita sangat akrab dengan hadits yang menjelaskan keharusan seorang sahabat agar memprioritaskan berbuat baik kepada ibunya. Bahkan Nabi <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> menyebutkan keharusan tersebut sebanyak tiga kali sebelum beliau akhirnya juga menganjurkan sahabat tadi agar berbuat baik kepada ayahnya. Jadi ibaratnya keharusan menghormati dan berbuat baik seorang anak kepada ibunya sepatutnya lebih banyak tiga kali lipat daripada penghormatan dan perilaku baiknya terhadap sang ayah.</p>
<p><em>Bahaz Ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbuat kebaikan?. Beliau bersabda: &#8220;Ibumu.&#8221; Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: &#8220;Ibumu.&#8221; </em><em>Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: &#8220;Ibumu.&#8221; Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: &#8220;Ayahmu, lalu yang lebih dekat, kemudian yang lebih dekat.&#8221; (H</em><em>R Abu Dawud dan Tirmidzi)</em></p>
<p>Kita juga sangat akrab dengan hadits yang menyebutkan beberapa dosa besar dimana salah satunya ialah durhaka kepada kedua orangtua, yaitu ayah dan ibu. Di antaranya disebutkan sebagai berikut:</p>
<p><em>Dari Anas ia berkata: Nabi </em><em>shollallahu ’alaih wa sallam</em><em> ditanya mengenai dosa-dosa besar, maka beliau bersabda: “Mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang-tua, membunuh jiwa dan kesaksian palsu.” (HR Bukhary)</em></p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/S6wwNwooCBkAAHDcKYQ1/muslim-family-1.jpg?et=k%2BVyqtrQd%2BJBvHeLq9fUiA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Bahkan di dalam hadits lainnya disebutkan bahwa kedua orang-tua merupakan faktor yang sangat besar mempengaruhi apakah seseorang bakal menuju ke surga ataukah ke neraka. Artinya, perilaku baik seseorang kepada kedua orang-tuanya bakal memperbesar kemungkinannya berakhir di dalam rahmat Allah dan surga-Nya. Sedangkan kedurhakaannya kepada kedua orang-tua bakal memperbesar kemungkinan hidupnya berakhir di dalam murka Allah dan neraka-Nya.</p>
<p><em>Dari Abi Umamah ia berkata: “Ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, apakah hak kedua orang-tua atas anak mereka?” Rasulullah </em><em>shollallahu ’alaih wa sallam</em><em> bersabda: ”Keduanya (merupakan) surgamu dan nerakamu.” (HR Ibnu   Majah)</em></p>
<p>Hal ini sejalan dengan hadits berikut ini: <em>Dari Abdullah Ibnu Amar al-&#8217;Ash Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.&#8221; (HR Tirmidzi)</em></p>
<p>Namun yang menarik ialah ditemukannya hadits yang secara khusus mengungkapkan haramnya durhaka kepada sang ibu. Sedangkan hal ini tidak kita temukan dalam kaitan dengan larangan berlaku durhaka kepada sang ayah. Sudah barang tentu ini tidak berarti bahwa berlaku durhaka kepada fihak ayah dibenarkan. Yang jelas dengan adanya larangan khusus berlaku durhaka kepada fihak ibu cuma menunjukkan betapa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi martabat kaum ibu.</p>
<p><em>Bersabda Nabi</em> <em>shollallahu ’alaih   wa sallam</em><em>: “Allah melarang kalian durhaka kepada  ibu  kalian.”(HR Bukhary)</em></p>
<p>Dalam hadits lain kita juga dapati bagaimana Islam menyuruh menghormati ibu sekalipun ia bukan orang beriman seperti hadits yang diriwayatkan oleh Asma puteri sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq berikut ini:</p>
<p><em>Asma binti Abu Bakar berkata: “Telah  datang kepadaku  ibuku dan dia seorang wanita musyrik di zaman  Rasulullah</em> <em>shollallahu ’alaih wa  sallam</em><em>. Maka aku  datang kepada Rasulullah </em><em>shollallahu ’alaih wa  sallam</em><em> meminta fatwa beliau. </em><em>Aku bertanya kepada beliau: ”Telah datang kepadaku ibuku sedangkan ia punya suatu keperluan. Apakah aku penuhi permintaan ibuku itu?” Maka Nabi </em><em>shollallahu ’alaih wa sallam</em><em> bersabda: ”Iya, penuhilah permintaan ibumu itu.” (HR   Bukhary)</em></p>
<p>Mengapa kaum ibu sedemikian diutamakan? Karena mereka adalah fihak yang sejak masih mengandung anak saja sudah merasakan beban memikul tanggung-jawab membesarkan anak-anaknya. Mereka adalah pendamping, penyayang, pengasuh dan pengajar pertama dan utama bagi seorang anak. Ibu adalah fihak yang paling banyak direpotkan oleh anak semenjak mereka masih kecil. Begitu lahir anak menuntut air susu ibunya. Keinginan minum ASI seringkali tidak pandang waktu. Bisa jadi seorang ibu di tengah malam ”terpaksa” bangun mengorbankan waktu istirahatnya demi menyusui buah hatinya.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/S6wwZgooCBkAAHZgX7A1/muslim-family-2.jpg?et=MhE6S6Nyh%2CBgTsef%2CMulMQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Seorang ibu juga direpotkan ketika anaknya ngompol dan buang air besar. Ibulah yang biasanya harus mencebok dan membersihkan anaknya. Semakin ikhlas seorang ibu mengerjakan semua aktifitas tadi maka semakin melekatlah si anak kepada dirinya. Di balik segala kerepotan tadi sesungguhnya terjalinlah ikatan hati yang semakin kokoh antara ibu dan anak. Itulah sebabnya ketika seseorang sudah dewasa sekalipun, tatkala dalam kesepian tidak jarang rasa rindu akan belaian tangan ibunya yang penuh kasih sayang terkenang kembali.</p>
<p>Dalam pepatah Arab  ada ungkapan berbunyi <em>Al-Ummu  madrasah</em> (ibu adalah sekolah). Benar, saudaraku. Seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Ibulah yang pertama kali mengajarkan banyak pelajaran awal tentang kehidupan kepada anak. Apalagi di zaman penuh fitnah seperti sekarang dimana <em>al-ghazwu al-fikri</em> (perang pemikiran/ perang budaya/ perang ideologi) datang menyerbu rumah-rumah kaum muslimin. Serbuan itu datang dari berbagai penjuru. Bisa dari televisi, internet, facebook, buku bacaan, komik, majalah, nyanyian, musik, pergaulan bahkan dari sekolah formal&#8230;! Maka kehadiran seorang ibu yang memiliki wawasan pengetahuan luas menjadi laksana penjaga benteng terakhir bagi anak-anaknya. Ibulah yang bertugas membentengi, memfilter dan mengarahkan anak-anak menghadapi berbagai serbuan perang budaya tadi.</p>
<p>Di masa kita dewasa ini saat mana faham ateisme, materialisme, sekularisme, liberalisme dan pluralisme begitu dominan mewarnai kehidupan masyarakat dunia, maka kehadiran seorang ibu sendirian mendampingi anak-anaknya kadang dirasa kurang memadai. Sehingga kerjasama antara ayah-mukmin dan ibu-mukminah sangat diperlukan. Dalam dunia modern anak-anak kita sangat perlu pengarahan yang sangat kokoh dan kompak dari kedua orang-tuanya sekaligus untuk meng-<em>counter</em> serangan musuh-musuh Islam yang pengaruh   buruknya semakin hari semakin hegemonik.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/S6wwjAooCBkAAHaJZJ81/muslim-family-3.jpg?et=CnY%2BTzViQodDfJU5EpnPyg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<p>Betapapun, seorang ayah tidak mungkin   diharapkan untuk terus-menerus berada di rumah karena tuntutan mencari   <em>ma’isyah </em>(penghasilan) bagi anak-isterinya. Oleh karenanya kehadiran dan keaktifan peran seorang ibu di rumah mendampingi anak-anaknya menjadi sangat strategis. Oleh karenanya Nabi <em>shollallahu ’alaih wa sallam</em> menyetarakan hadir dan   aktifnya seorang ibu mendampingi anak-anaknya di rumah dengan  aktifitas  <em>jihad fi sabilillah</em> yang dilakukan oleh  kaum pria di  medan perang menghadapi musuh-musuh Allah.</p>
<p><em>Dari Anas   Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Kaum wanita datang menghadap Rasulullah </em><em>shollallahu ’alaih wa sallam</em><em> bertanya: “Ya Rasulullah, kaum pria telah pergi dengan keutamaan dan   jihad di jalan Allah. </em><em>Adakah perbuatan bagi kami yang   dapat menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah?” Maka Rasulullah </em><em>shollallahu ’alaih wa sallam</em><em> bersabda: ”Barangsiapa di antara kalian berdiam diri di rumahnya maka sesungguhnya ia telah menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah.” (HR Al-Bazzar)</em></p>
<p><em>Wahai kaum ibu, ikhlaslah dan sabarlah menjaga pos jihad kalian. Didiklah generasi masa depan calon-calon mujahidin dan mujahidat fii sabilillah harapan ummat&#8230;.!<br />
</em></p>
<p><em>sumber: <a href="http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/jihad-para-ibu-dalam-pandangan-islam.htm">http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/jihad-para-ibu-dalam-pandangan-islam.htm</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=170&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2010/04/26/jihad-para-ibu-dalam-pandangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/S6wv-QooCBkAAGqN6w81/muslim-family-0.jpg?et=kMueFZviL8KhEnHDx5ITng&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/S6wwNwooCBkAAHDcKYQ1/muslim-family-1.jpg?et=k%2BVyqtrQd%2BJBvHeLq9fUiA&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/S6wwZgooCBkAAHZgX7A1/muslim-family-2.jpg?et=MhE6S6Nyh%2CBgTsef%2CMulMQ&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/S6wwjAooCBkAAHaJZJ81/muslim-family-3.jpg?et=CnY%2BTzViQodDfJU5EpnPyg&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Lupa Bersyukur</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2010/04/23/jangan-lupa-bersyukur/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2010/04/23/jangan-lupa-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 09:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family & Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Source : http://adityanugroho.multiply.com/journal Nabi sallallahu`alayhi wa sallam bersabda, &#8220;Ada dua nikmat di mana banyak manusia terpedaya di dalamnya, yaitu sehat dan waktu luang.&#8221; [Shahih Bukhari, Kitab 81, Bab 1, Hadits No 6.412, hal 1232.] Ini adalah kisah nyata yang disertai dengan gambar. Jika Allah memberi Anda hidayah, ini dapat mengubah hidup, cara berpikir, dan tujuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=157&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Source : http://adityanugroho.multiply.com/journal<br />
<img src="http://multiply.com/inc-views-email/U2FsdGVkX1.LMF.K2AvuteuRzeAy6NS5lIV0xsxpcpqfJKU5lV3hdjndbN7L3iyQ" alt="" width="1" height="1" /></p>
<div>
<p>Nabi sallallahu`alayhi wa sallam  bersabda, &#8220;Ada dua nikmat di  mana banyak manusia terpedaya di dalamnya,  yaitu sehat dan waktu luang.&#8221; [Shahih Bukhari, Kitab 81, Bab 1, Hadits  No 6.412, hal 1232.]</p>
<p>Ini adalah kisah nyata yang disertai dengan  gambar.</p>
<p>Jika Allah memberi Anda hidayah, ini dapat mengubah hidup,  cara berpikir, dan tujuan utama dalam hidup Anda.</p>
<p>Ini adalah cerita  tentang seseorang dari Bahrain bernama Ibrahim Nasser. Dia telah lumpuh total sejak lahir dan hanya dapat menggerakkan kepala dan jarinya. Bahkan bernapasnya dilakukan dengan alat bantu.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/4xEej7ReFUstWH74YNIpMw/photos/1M/300x300/347/image001.jpg?et=XEXoCUFsK66gqJSmiUuaLw&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Pemuda ini sangat ingin bertemu syekh Nabeel Al-Awdi. Maka, ayah Ibrahim pun menghubungi syekh lewat telepon untuk mengatur kunjungan menemui Ibrahim.</p>
<p>Ini syekh Nabeel tiba  di bandara.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/yiCgYTmzsIh7QpUPaO8hRA/photos/1M/300x300/346/image002.jpg?et=%2CZtvxrsLaDcQJtqiPTECKg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Ibrahim sangat senang melihat syekh Nabeel membuka pintu kamarnya. Kita hanya bisa melihat kebahagiaan dari ekspresi wajahnya karena ia tidak dapat berbicara.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/Ak6EiYSu8sSL8Np9PWN8Pw/photos/1M/300x300/345/image003.jpg?et=jxY%2CtBro73L1aX6uqD%2Bsfg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Saat syekh Ibrahim Nabeel memasuki kamar.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/jACUitQs+pEcJ3Onxr2sFw/photos/1M/300x300/344/image004.jpg?et=yEUHcjzB88GADAYp3xl2MA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Dan ini adalah ekspresi Ibrahim ketika  bertemu dengan syekh Nabeel.</p>
<p>Perhatikan alat pernapasan di leher Ibrahim&#8230;  Ia bahkan tidak mampu bernapas dengan normal.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/HTJ43IhuVxg8knrU1MBdMA/photos/1M/300x300/343/image005.jpg?et=TU6LFmnsWaWyFfqTd%2BhZ3w&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Dan sebuah ciuman di kepala untuk  Ibrahim.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/IYCB8xVyfu7-KFgUCOPmJw/photos/1M/300x300/342/image006.jpg?et=FLWv%2BeMt7F20RTou%2BsoFXA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Ibrahim dengan ayahnya,  pamannya, dan  syekh Nabeel.</p>
<p>Lalu syekh Nabeel dan Ibrahim mulai berbicara tentang dakwah di internet dan perjuangannya yang diperlukan. Mereka juga saling bertukar cerita.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/KiDhsngJT54U-Vl-pKp3Lg/photos/1M/300x300/341/image007.jpg?et=TCE%2BWKKOMNsYOELQDZDWGw&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Dan selama percakapan mereka itu, syekh Ibrahim Nabeel melontarkan pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang membuat Ibrahim menangis&#8230; dan air mata bergulir di pipi Ibrahim.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/xF-blXtrLYg+nCZmTzcDYQ/photos/1M/300x300/340/image008.jpg?et=p0KudVvuLz0%2B9lPtJhwHfg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Ibrahim tidak bisa menahan tangisnya  ketika ia ingat beberapa kenangan masa lalunya yang  menyakitkan.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/0mJSAY2ktqqd0dNiFuFcog/photos/1M/300x300/339/image009.jpg?et=UPYs1%2CsXj4leI1eaVw%2BSvw&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Ini adalah ketika syekh Nabeel menyeka  air mata dari wajah Ibrahim.</p>
<p>Apakah Anda tahu pertanyaan apa yang membuat  Ibrahim menangis?</p>
<p>Syekh itu bertanya: Oh Ibrahim, jika Allah  telah memberi kesehatan kepadamu&#8230; apa yang akan kamu lakukan?</p>
<p>Dan dengan demikian Ibrahim menangis tersedu-sedu, dan ia membuat syekh, ayahnya, pamannya dan semua orang di ruangan menangis .. bahkan pria yang memegang kamera pun menangis juga.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/4q827EgJK51OVP6KjXaFtA/photos/1M/300x300/338/image010.jpg?et=8MNsqg4MK0OoMrrNxRlFuQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>Dan jawabannya adalah: &#8220;Demi Allah saya  akan melaksanakan shalat di masjid dengan sukacita.. Saya akan  menggunakan nikmat kesehatan saya dalam segala sesuatu yang akan  menyenangkan Allah SWT.&#8221;</p>
<p>Saudara-saudariku, Allah telah menganugerahi  kita dengan kelincahan dan kesehatan.</p>
<p>Tapi kita tidak  melaksanakan (mendirikan) ibadah shalat kita di masjid!  Dan kita duduk  berjam-jam di depan komputer atau TV!</p>
<p>&#8220;Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. &#8221; (QS. Qaf: 37).</p>
<p>Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan  menjaga diri kita agar tetap berpendirian teguh.</p>
</div>
<div><img src="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/GDNDZeWtCy3i+4DOw9ZRvA/photos/1M/300x300/337/image011.jpg?et=TSlwEMvtxQJTPC4QQtE7xA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></div>
<div>
<p>&#8220;Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini kita jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberikan hikmah dan pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak   manfaatnya bagi orang lain&#8221; (H.R. Bukhari)</p>
<p>&#8220;Sebaik-baik Islam  seseorang adalah meninggalkan apa yang bukan kepentingannya/ urusannya&#8221;  (H.R. Turmudzi)</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=157&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2010/04/23/jangan-lupa-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://multiply.com/inc-views-email/U2FsdGVkX1.LMF.K2AvuteuRzeAy6NS5lIV0xsxpcpqfJKU5lV3hdjndbN7L3iyQ" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/4xEej7ReFUstWH74YNIpMw/photos/1M/300x300/347/image001.jpg?et=XEXoCUFsK66gqJSmiUuaLw&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/yiCgYTmzsIh7QpUPaO8hRA/photos/1M/300x300/346/image002.jpg?et=%2CZtvxrsLaDcQJtqiPTECKg&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/Ak6EiYSu8sSL8Np9PWN8Pw/photos/1M/300x300/345/image003.jpg?et=jxY%2CtBro73L1aX6uqD%2Bsfg&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/jACUitQs+pEcJ3Onxr2sFw/photos/1M/300x300/344/image004.jpg?et=yEUHcjzB88GADAYp3xl2MA&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/HTJ43IhuVxg8knrU1MBdMA/photos/1M/300x300/343/image005.jpg?et=TU6LFmnsWaWyFfqTd%2BhZ3w&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/IYCB8xVyfu7-KFgUCOPmJw/photos/1M/300x300/342/image006.jpg?et=FLWv%2BeMt7F20RTou%2BsoFXA&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/KiDhsngJT54U-Vl-pKp3Lg/photos/1M/300x300/341/image007.jpg?et=TCE%2BWKKOMNsYOELQDZDWGw&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/xF-blXtrLYg+nCZmTzcDYQ/photos/1M/300x300/340/image008.jpg?et=p0KudVvuLz0%2B9lPtJhwHfg&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/0mJSAY2ktqqd0dNiFuFcog/photos/1M/300x300/339/image009.jpg?et=UPYs1%2CsXj4leI1eaVw%2BSvw&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/4q827EgJK51OVP6KjXaFtA/photos/1M/300x300/338/image010.jpg?et=8MNsqg4MK0OoMrrNxRlFuQ&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.adityanugroho.multiply.com/image/GDNDZeWtCy3i+4DOw9ZRvA/photos/1M/300x300/337/image011.jpg?et=TSlwEMvtxQJTPC4QQtE7xA&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jodoh di Surga</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2009/11/14/jodoh-di-surga/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2009/11/14/jodoh-di-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 16:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Jika seorang wanita meninggal sebelum dia sempat menikah dengan seorang laki-laki maka Allah lah yang menikahkannya kelak di surga dengan seorang lelaki dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw, ”Tidaklah ada di surga seorang bujang.” (HR. Muslim). Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa jika seorang wanita belum menikah di dunia maka Allah swt yang menikahkannya dengan seseorang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=120&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika seorang wanita meninggal sebelum dia sempat menikah dengan seorang laki-laki maka Allah lah yang menikahkannya kelak di surga dengan seorang lelaki dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw,</p>
<blockquote><p>”Tidaklah ada di surga seorang bujang.” (HR. Muslim). </p>
</blockquote>
<p>Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa jika seorang wanita belum menikah di dunia maka Allah swt yang menikahkannya dengan seseorang yang menyedapkan pandangan matanya di surga. Kenikmatan di surga tidaklah terbatas untuk kaum laki-laki akan tetapi untuk kaum laki-laki dan wanita dan diantara kenikmatan itu adalah pernikahan. Demikian halnya dengan seorang wanita yang meninggal dalam keadaan sudah dicerai.</p>
<p>Demikian pula terhadap seorang wanita yang suaminya tidak masuk surga, Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa seorang wanita yang masuk surga dan belum menikah atau suaminya tidak termasuk kedalam ahli surga maka jika wanita itu masuk surga dan di surga terdapat lelaki dunia yang belum menikah maka seorang dari merekalah yang menikahinya.</p>
<p>Adapun seorang wanita yang meninggal setelah menikah dan dia termasuk ahli surga maka di surga dia akan bersama suaminya yang menikahinya saat meninggalnya.</p>
<p>Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia tidak menikah lagi setelahnya hingga dia meninggal dunia maka wanita itu akan menjadi istrinya di surga.</p>
<p>Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia menikah lagi setelah itu maka wanita itu menjadi istri bagi suaminya yang terakhir walaupun wanita itu pernah menikah dengan beberapa laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah saw,</p>
<blockquote><p>”Seorang istri untuk suaminya yang terakhir.” (Silsilatu al Ahadits ash Shahihah Lil Albani)</p>
</blockquote>
<p>dan perkataan Hudzaifah kepada istrinya,”Jika engkau mau menjadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah sepeninggalku. Sesungguhnya seorang istri di surga adalah untuk suaminya yang terakhir di dunia. Karena itu Allah swt mengharamkan istri-istri Nabi untuk kmenikah sepeninggal beliau saw karena mereka adalah istri-istrinya saw di surga.” (http://forum.islamstory.com)</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<p>Sumber : eramuslim.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=120&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2009/11/14/jodoh-di-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukti Kebenaran Islam</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/28/bukti-kebenaran-islam/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/28/bukti-kebenaran-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 15:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Dan diantara argumentasi atau bukti akan kebanaran islam kepada orang-orang yang tidak mempercayai tuhan adalah melalui dalil-dalil aqli (akal). Syeikh Ali Tanthowi mengatakan bahwa sesungguhnya mengimani Allah swt termasuk masalah yang aksioma yang dapat dirasakan dengan perasaan jiwa sebelum dibuktikan dengan dalil akal. Tentang perasaan jiwa seseorang yang secara aksiomatis mengimani keberadaan Allah swt telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=116&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dan diantara argumentasi atau bukti akan kebanaran islam kepada orang-orang yang tidak mempercayai tuhan adalah melalui dalil-dalil aqli (akal).</p>
<p>Syeikh Ali Tanthowi mengatakan bahwa sesungguhnya mengimani Allah swt termasuk masalah yang aksioma yang dapat dirasakan dengan perasaan jiwa sebelum dibuktikan dengan dalil akal.</p>
<p>Tentang perasaan jiwa seseorang yang secara aksiomatis mengimani keberadaan Allah swt telah diterangkan di dalam firman-Nya :<br />
Artinya : “Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”</p>
<p>Mengapa banyak orang tidak memperhatikannya? Hal itu dikarenakan mereka tidak pernah mau memikirkan tentang dirinya sendiri, firman-Nya :</p>
<blockquote><p>وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ<br />
Artinya : “Mereka lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka “ (QS. Al Hasyr : 19)</p></blockquote>
<p>Cobalah tanyakan kepada orang yang atheis itu,<br />
”Apakah engkau yang menjadikan dirimu dengan kehendak dan akalmu sendiri?<br />
Apakah engkau yang memasukkan dirimu kedalam perut ibumu?<br />
Apakah engkau sendiri yang memilih perempuan itu sendiri sebagai ibumu?<br />
Apakah engkau yang pergi menjemput bidan untuk mengeluarkanmu dari perut itu?<br />
Jadi, apakah dia dijadikan dari asal tiada tanpa adanya Sang Pencipta dan tanpa ada yang menjadikannya?<br />
Ini adalah suatu hal yang mustahil.</p>
<p>Lalu apakah dia dijadikan dari benda-benda yang telah ada sebelumnya, seperti gunung, laut, matahari, dan bintang-bintang?</p>
<p>Orang-orang atheis mengatakan bahwa alamlah yang menciptakan manusia,<br />
alamlah yang memberikannya akal!<br />
Dan jika ditanyakan kepadanya siapakah yang menciptakan alam?<br />
Dia menjawab,<br />
”Ia terjadi secara kebetulan..” menurut hukum kemungkinan (probability law).</p>
<p>Benarkah “kebetulan” yang menjadikan 9000 kelenjar ludah pada lidah,<br />
yang kesemuanya siap untuk dipakai sebagai perasa.</p>
<p>Dan didalam telinga terdapat 100.000 sel pendengaran.<br />
Pada setiap mata terdapat 130 juta sel<br />
yang kesemuanya siap untuk menerima cahaya.</p>
<p>Bumi beserta keajaiban-keajaiban dan rahasia-rahasia yang ada didalamnya,<br />
lapisan udara yang mengelilinginya,<br />
makhluk-makhluk hidup yang dikandungnya,<br />
ada yang tak dapat dilihat dan ditangkap.</p>
<p>Bentuk-bentuk ajaib dari atom es yang gugur,<br />
diciptakan oleh-Nya dengan sangat detil<br />
dan keindahan yang ada didalamnya<br />
tidak dapat tersingkap oleh kita<br />
melainkan beberapa waktu belakangan ini.</p>
<p>Matahari yang jaraknya dari kita lebih dari 100 juta km<br />
akan tetapi bila jauhnya diukur dengan tahun cahaya<br />
maka jarak matahari dari kita mencapai delapan detik.</p>
<p>Lalu bagaimana pula dengan jarak bintang-bintang<br />
yang cahayanya baru sampai kepada kita dalam satu juta tahun cahaya<br />
—satu tahun cahaya sama dengan 100.000 milyar km—<br />
maka berapa km kah jaraknya kalau satu juta tahun cahaya?</p>
<p>Masih banyak lagi bintang-bintang yang belum terjangkau oleh ilmu falak<br />
melainkan hanya berupa gumpalan yang bersinar,<br />
padanya terdapat planet-planet<br />
yang tidak diketahui oleh siapa pun kecuali Allah swt saja.</p>
<p>Bintang-bintang ini<br />
—yang besarnya tidak dapat digambarkan oleh akal manusia—<br />
berjalan dengan kecepatan (laju) yang sangat tinggi,<br />
suatu kecepatan yang melebihi batas-batas angka.<br />
Bagaimanakah bisa tidak terjadi tabrakan antara satu dengan yang lainnya?</p>
<p>Ada seorang ahli falak yang mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya pelanggaran antara sesama bintang-bintang itu sama seperti kemungkinan terjadinya pelanggaran enam ekor lebah yang dilepas di atmosfir bumi.</p>
<p>Luasnya atmosfir bumi bagi enam ekor lebah<br />
sama halnya dengan luasnya ruang angkasa raya<br />
dibagi bintang-bintang yang tak terhitung dan tak terhingga itu.</p>
<p>Atom yang tidak terlihat,<br />
melainkan dengan kaca pembesar elektronik.<br />
Atom yang dahulu disebut oleh saintis dan para filosof kuno<br />
dengan “bagian yang tak bisa dipecah-pecah lagi.”</p>
<p>Atom, yang menurut ahli sains,<br />
jika 40 juta atom dibariskan secara berderet panjangnya baru mencapai 1 cm,</p>
<p>ditengahnya terdapat ruang yang mempunyai inti<br />
sementara disekitarnya beredar partikel-partikel halus<br />
sama seperti peredaran bintang-bintang di angkasa.</p>
<p>Inti pada satu atom ibarat sebutir biji gandum bagi istana yang luas.<br />
Bobot dari inti-inti atom itu lebih dari berat 1800 elektron ini.</p>
<p>Maka apakah itu semuanya merupakan hasil atau akibat dari “kebetulan”?!</p>
<p>Selanjutnya tanyakan kepadanya,”Tahukah anda contoh dari perkataan itu?”</p>
<p>Misalnya ada dua orang yang tersesat di padang pasir<br />
lalu melintasi sebuah istana yang megah<br />
dindingnya penuh dengan ukiran-ukiran dari emas yang sangat indah,<br />
permadaninya tebal, jam serta batu-batu permata.</p>
<p>Salah seorang dari mereka berkata,<br />
”Pastilah ada orang yang membangun istana ini dengan memasang permadaninya.”<br />
Kemudian yang seorang lagi menjawab,<br />
”Engkau adalah orang yang kolot, itu semuanya adalah proses alam.”</p>
<p>Orang yang pertama bertanya,<br />
”Bagaimanakah alam dapat membuat seperti ini?’<br />
temannya menjawab,<br />
”Di sini dahulu ada batu<br />
kemudian terjadi banjir, angin, serta pengauh-pengaruh udara<br />
sehingga bertumpuk atau tertimbun.<br />
Kemudian dengan berlalunya kurun demi kurun,<br />
secara “kebetulan” ia menjadi dinding.”</p>
<p>Orang itu bertanya lagi,<br />
”Permadani itu dari apa?”</p>
<p>Temannya menjawab,<br />
”Permadani itu berasal dari bulu-bulu domba yang berterbangan.<br />
Kemudian satu sama lain saling menyatu<br />
dan dikenai zat pewarna lalu tercelup dan memadu,<br />
sehingga terjadilah permadani.”</p>
<p>Orang itu bertanya lagi, ”Sedang jam itu?”</p>
<p>Temannya menjawab,<br />
”Besi yang sudah dimakan karat,<br />
akibat pengaruh udara terpotong-potong bulat dan bersatu.<br />
Kemudian dengan berlalunya masa demi masa<br />
sehingga menjadi bentuk seperti itu.”</p>
<p>Pastilah anda akan mengatakan orang yang seperti itu adalah orang gilaa??</p>
<p>Sesungguhnya itu semua menunjukkan<br />
bahwa ada yang menciptakan dan mengaturnya<br />
yang tidak lain adalah Allah swt.<br />
Dialah yang bertindak terhadap alam<br />
sebagaimana tindakan seorang pemilik<br />
yang bebas terhadap barang yang dimilikinya.</p>
<p>Allah lah yang mengetahui berapa helai daun pada setiap pohon,<br />
bentuk tiap-tiap daunnya,<br />
letaknya dan berapa banyak “bakteri” di dunia ini.</p>
<p>Berapa panjang, lebar dan bagian-bagian yang terdiri dari padanya,<br />
electron-elektron yang terdapat didalam atom<br />
baik yang diam maupun yang bergerak,<br />
berapa jumlahnya, tabrakan yang terjadi padanya,<br />
sifat-sifatnya, bergerak atau diam, perkembangan atau peralihan.</p>
<p>Semua itu tercatat di sisi-Nya dalam sebuah “kitab” (Lauh Mahfuzh).</p>
<p>Alam ini keseluruhannya,<br />
Dia-lah Tuhannya,<br />
Dia-lah yang menjadikan dan memeliharanya.</p>
<p>Dia-lah yang merubah satu hal kepada hal yang lain.<br />
Dia-lah yang menjadikan setiap atom dari padanya</p>
<p>agar membuat manusia yang berakal untuk berfikir dan mencarinya.</p>
<p>Dan apabila seseorang telah mengakui bahwa Allah itu ada<br />
dan Dia-lah Tuhan seluruh alam<br />
dan Dia-lah pemilik kerajaan<br />
maka janganlah dia menyembah selain-Nya<br />
dalam bentuk ibadah apa pun.<br />
(Definisi Umum Tentang Aqidah Islamiyah hal 87 – 100)</p>
<p>Islam adalah agama Allah yang mengakui keesaan-Nya dan tidak mengakui ketuhanan yang banyak. Hal itu bisa dilihat dengan berbagai keteraturan yang ada di alam ini—sebagai penjelasan diatas—tentunya hal yang mustahil apabila keteraturan itu dilakukan oleh lebih dari satu pencipta. Dan jika hal ini terjadi maka pastilah alam ini akan hancur lebur, sebagaimana firman-Nya :</p>
<blockquote><p>أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِّنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنشِرُونَ ﴿٢١﴾<br />
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿٢٢﴾<br />
Artinya : “Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)? Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai &#8216;Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al Anbiya : 21 – 22)</p></blockquote>
<p>Seperti halnya tidak mungkin didalam satu kendaraan yang bergerak terdapat dua orang supir dan jika hal itu terjadi pastilah kendaraan itu akan mengalami kecelakaan atau seperti juga sekelompok tentara yang dikomandoi oleh lebih dari satu pemimpin ?! atau sebuah sekolah yang dipimpin oleh dua atau lebih kepala sekolah?!</p>
<p>Dengan sarana obyektif apa pun seseorang melihat islam maka ia akan mendapatkan kebenarannya didalamnya baik dengan dalil fitrah, naqli maupun aqli (akal) dan dari sisi mana pun seseorang memandangnya maka ia akan mendapatkan bahwa islam adalah agama yang sempurna baik dari sisi ideologi, social, ekonomi, politik, hukum ataupun yang lainnya.<br />
Firman Allah swt :</p>
<blockquote><p>الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا<br />
Artinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah : 3)</p></blockquote>
<p>Wallahu A’lam</p>
<p>Sumber : eramuslim.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=116&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/28/bukti-kebenaran-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Bekerja di Bank Konvensional</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/28/hukum-bekerja-di-bank-konvensional/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/28/hukum-bekerja-di-bank-konvensional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 14:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Bank konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[kontemporer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan bahwa sistem ekonomi islam ditegakkan pada asas memerangi riba dan menganggapnya sebagai dosa besar yang dapat menghapuskan berkah dari individu dan masyarakat, bahkan dapat mendatangkan bencana di dunia dan akherat. Hal ini telah disinyalir di dalam Al Qur’an dan As Sunnah serta telah disepakati oleh umat. Cukuplah kiranya jika kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=124&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan bahwa sistem ekonomi islam ditegakkan pada asas memerangi riba dan menganggapnya sebagai dosa besar yang dapat menghapuskan berkah dari individu dan masyarakat, bahkan dapat mendatangkan bencana di dunia dan akherat.</p>
<p>Hal ini telah disinyalir di dalam Al Qur’an dan As Sunnah serta telah disepakati oleh umat. Cukuplah kiranya jika kita membaca firman Allah swt :</p>
<blockquote><p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ<br />
فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ<br />
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al Baqoroh : 278 – 279)</p></blockquote>
<blockquote><p>Sabda Rasulullah saw,”Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti mereka telah menyediakan diri mereka untuk disiksa oleh Allah.” (HR. Hakim)</p></blockquote>
<p>Dalam peraturan dan tuntunannya, Islam memerintahkan umatnya untuk memerangi kemaksiatan. Apabila tidak sanggup minimal ia harus menahan diri agar perkataan maupun perbuatannya tidak terlihat dalam kemaksiatan itu. Oleh karena itu Islam mengharamkan semua bentuk kerja sama atas dosa dan permusuhan, dan menganggap setiap orang yang membantu kemaksiatan bersekutu dalam dosanya bersama pelakunya, baik pertolongan itu dalam bentuk moril ataupun materiil, perbuatan ataupun perkataan. Dalam sebuah hadits hasan, Rasulullah saw bersabda mengenai kejahatan pembunuhan :</p>
<blockquote><p>“Kalau penduduk langit dan penduduk bumi bersekutu dalam membunuh seorang mukmin, niscaya Allah akan membenamkan mereka dalam neraka.” (HR. Tirmidzi)</p></blockquote>
<p>Sedangkan tentang khamr, beliau saw bersabda,</p>
<blockquote><p>”Allah melaknat khamr, peminumnya, penuangnya, pemerasnya, yang minta diperaskan, pembawanya dan yang dibawakannya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)</p></blockquote>
<p>Demikian juga terhadap praktek suap-menyuap,</p>
<blockquote><p>”Rasulullah saw melaknat orang yang menyuap, yeng menerima suap dan yang menjadi perantaranya.” (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)</p></blockquote>
<p>Kemudian mengenai riba, Jabir bin Abdullah ra meriwayatkan,</p>
<blockquote><p>”Rasulullah saw melaknat pemakan riba, yang memberi makan dengan hasil riba, dan dua orang yang menjadi saksinya.” Dan beliau saw bersabda,”Mereka itu sama.” (HR. Muslim)</p></blockquote>
<p>Ibnu Masud meriwayatkan,</p>
<blockquote><p>”Rasulullah saw melaknat orang yang makan riba dan yang memberi makan dari hasil riba, dua orang saksinya, dan penulisnya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmidzi), sementara itu didalam riwayat lain disebutkan :</p></blockquote>
<blockquote><p>“Orang yang makan riba, orang yang memberi makan dengan riba, dan dua orang saksinya—jika mereka mengetahui hal itu—maka mereka dilaknat melalui lisan Nabi Muhammad saw hingga hari kiamat.” (HR. An Nasa’i)</p></blockquote>
<p>Hadits-hadits shahih itulah yang menyiksa hati orang-orang islam yang bekerja di bank-bank atau kongsi yang aktivitasnya tidak lepas dari tulis-menulis dan bunga riba. Namun perlu diperhatikan bahwa masalah riba ini tidak hanya berkaitan dengan pegawai bank atau penulisnya pada berbagai kongsi, tetapi hal ini sudah menyusup ke dalam sistem ekonomi kita dan semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, sehingga merupakan bencana umum sebagaimana yang diperingatkan Rasulullah saw,</p>
<blockquote><p>”Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorang pun melainkan akan makan riba; barangsiapa yang tidak memakannya maka ia terkena debunya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)</p></blockquote>
<p>Kondisi seperti ini tidak dapat dirubah dan diperbaiki hanya dengan melarang seseorang bekerja di bank atau perusahaan yang mempraktekkan riba. Tetapi kerusakan sistem ekonomi yang disebabkan ulah golongan kapitalis ini hanya dapat dirubah oleh sikap seluruh bangsa dan masyarakat islam. Perubahan itu tentu saja harus diusahakan secara bertahap dan perlahan-lahan sehingga tidak menimbulkan guncangan perekonomian yang dapat menimbulkan bencana pada negara dan bangsa. Islam sendiri tidak melarang umatnya untuk melakukan perubahan secara bertahap dalam memecahkan setiap permasalahan yang pelik. Cara ini pernah ditempuh Islam ketika mulai mengharamkan riba, khmar dan yang lainnya. Dalam hal ini yang terpenting adalah tekad dan kemauan bersama, apabila tekad itu telah bulat maka jalan pun akan terbuka lebar.</p>
<p>Setiap muslim yang mempunyai kepedulian dengan hal ini hendaklah bekerja dengan hatinya, lisannya dan segenap kemampuannya dengan berbagai sarana yang tepat untuk mengembangkan sistem perekonomian kita sendiri, sehingga sesuai dengan ajaran Islam. Sebagai contoh perbandingan, di dunia ini terdapat beberapa negara yang tidak memberlakukan sistem riba, yaitu mereka yang berfaham sosialis.</p>
<p>Di sisi lain apabila kita melarang semua muslim bekerja di bank, maka dunia perbankan dan sejenisnya akan dikuasai oleh orang-orang non muslim seperti Yahudi dan sebagainya. Pada akhirnya, negara-negara Islam akan dikuasai mereka.</p>
<p>Terlepas dari semua itu, perlu juga diingat bahwa tidak semua pekerjaan yang berhubungan dengan perbankan tergolong riba. Ada diantaranya yang halal dan baik, seperti kegiatan penitipan, dan sebagainya; bahkan sedikit pekerjaan di sana yang termasuk haram. Oleh karena itu, tidak mengapa bagi seorang muslim menerima (melakukan) pekerjaan tersebut—meskipun hatinya tidak rela—dengan harapan tata perekonomian akan mengalami perubahan menuju kondisi yang diredhoi agama dan hatinya. Hanya saja dalam hal ini, hendaklah ia melaksanakan tugasnya dengan baik, hendaklah menunaikan kewajiban terhadap dirinya dan Tuhan-nya beserta umatnya sambil menantikan pahala atas kebaikan niatnya, sabda Rasulullah saw,</p>
<blockquote><p>”Sesungguhnya setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari)</p></blockquote>
<p>Jangan pula dilupakan adanya kebutuhan hidup yang oleh para fuqaha diistilahkan telah sampai tingkat darurat. Kondisi inilah yang menjadikan saudara penanya untuk menerima –tetap bekerja di bank—sebagai sarana mencari kehidupan dan rezeki, sebagaimana firman Allah swt :</p>
<blockquote><p>فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ<br />
Artinya : “&#8230;..tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqoroh : 173)<br />
(Fatwa-fatwa Kontemporer, juz I hal 766 – 770)</p></blockquote>
<p>Wallahu A’lam</p>
<p>Sumber : eramuslim.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=124&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/28/hukum-bekerja-di-bank-konvensional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makruh shalat dengan memejamkan mata</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/23/dilarang-shalat-dengan-memejamkan-mata/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/23/dilarang-shalat-dengan-memejamkan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 01:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Para ulama memakruhkan memejamkan mata saat mengerjakan shalatnya, seperti dikatakan oleh para ulama Hanafi, Maliki, Hambali dan sebagian dari Syafi’i. Mereka beralasan bahwa hal itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi dan bertentangan dengan yang disunnahkan oleh Rasulullah saw, yaitu mengarahkan pandangannya ke tempat sujud. Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath Thabrani dari Ibnu Abbas bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=101&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para ulama memakruhkan memejamkan mata saat mengerjakan shalatnya, seperti dikatakan oleh para ulama Hanafi, Maliki, Hambali dan sebagian dari Syafi’i. Mereka beralasan bahwa hal itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi dan bertentangan dengan yang disunnahkan oleh Rasulullah saw, yaitu mengarahkan pandangannya ke tempat sujud.</p>
<p>Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath Thabrani dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila salah seorang diantara kalian berdiri untuk mengerjakan shalat maka janganlah dia memejamkan kedua matanya.”</p>
<blockquote><p>Meskipun hadits Ibnu Abbas diatas adalah hadits lemah, sebagaimana disebutkan Imam al Haitsami didalam kitabnya “Majma’ Az Zawaid” akan tetapi para ulama membangun pendapat mereka yang memakruhkan memejamkan mata saat mengerjakan shalat itu diatas atsar para sahabat.</p></blockquote>
<p>Jadi pada dasarnya memejamkan mata saat shalat adalah makruh kecuali apabila hal itu dibutuhkan, seperti :<br />
dapat menambah kekhusyu’annya, menjaga fikirannya agar tidak melanglang-buana ketika mengerjakan shalat dikarenakan melihat sesuatu yang ada dihadapan atau dibawahnya, terdapat wanita asing yang dapat menggangu shalatnya atau sesuatu lainnya maka hal itu diperbolehkan.</p>
<blockquote><p>Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abidin dari kalangan ulama Hanafi didalam kitabnya “Ad Dur al Mukhtar” bahwa memejamkan mata saat shalat adalah dilarang (makruh) kecuali apabila hal itu dapat menyempurnakan kekhusyu’annya.</p></blockquote>
<p>Sumber : eramuslim.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=101&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2009/10/23/dilarang-shalat-dengan-memejamkan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2008/03/05/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2008/03/05/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 09:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family & Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi&#8217;in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=95&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="verdana" size="2">Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi&#8217;in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :<br />
<b><br />
Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.</b></font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona&#8217;ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : &#8220;Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita&#8221;. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap &#8220;bandel&#8221; dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!<br />
<b><br />
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.</b></font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.<br />
<b><br />
Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.</b></font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : &#8220;Kenapa pundakmu itu ?&#8221; Jawab anak muda itu : &#8220;Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya&#8221;. Lalu anak muda itu bertanya: &#8221; Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?&#8221; Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: &#8220;Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu&#8221;. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.<br />
<b><br />
Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.</b></font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.<br />
<b><br />
Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.</b></font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. &#8220;Kamu berdoa sudah bagus&#8221;, kata Nabi SAW, &#8220;Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan&#8221;. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.<br />
<b><br />
Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.</b></font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng &#8220;hidup&#8221; kan hatinya, hati yang &#8220;hidup&#8221; adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.<br />
<b><br />
Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.</b></font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat &#8220;hidup&#8221; orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.</font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.</font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu&#8217; mungkin membaca doa `sapu jagat&#8217; , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut &#8220;Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw&#8221; (yang artinya &#8220;Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia &#8220;), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.</font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.</font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu &#8220;wa fil aakhirati hasanaw&#8221; (yang artinya &#8220;dan juga kebahagiaan akhirat&#8221;), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.</font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.</font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Kata Nabi SAW, <i>&#8220;Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga&#8221;.</i> Lalu para sahabat bertanya: <i>&#8220;Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?&#8221;.</i> Jawab Rasulullah SAW : <i>&#8220;Amal soleh saya pun juga tidak cukup&#8221;.</i> Lalu para sahabat kembali bertanya : <i>&#8220;Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?&#8221;.</i> Nabi SAW kembali menjawab : <i>&#8220;Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata&#8221;.</i></font></p>
<p><font face="verdana" size="2">Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).</font></p>
<p><font face="verdana" size="2">(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang, disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana)</font><br />
<font face="sans-serif" size="2"><br />
</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pratomo.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pratomo.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=95&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2008/03/05/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Undangan Pernikahan</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2007/12/21/94/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2007/12/21/94/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 09:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/2007/12/21/94/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dengan mengharap rahmat dan ridho Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan tasyakuran Walimatul &#8216;Ursy kami yang Insya Allah akan diselenggarakan pada: Hari Ahad, 6 Januari 2008 Pukul 11.00 &#8211; 13.00 WIB Bertempat di Gedung Serbaguna Palem Semi Tangerang Semoga dengan pernikahan ini Allah senantiasa memberikan kami keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=94&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dengan mengharap rahmat dan ridho Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan tasyakuran Walimatul &#8216;Ursy kami yang Insya Allah akan diselenggarakan pada:<br />
</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Hari Ahad, </span><br />
<span style="font-family:'Trebuchet MS';">6 Januari 2008</span><br />
<span style="font-family:'Trebuchet MS';">Pukul 11.00 &#8211; 13.00 WIB</span><br />
<span style="font-family:'Trebuchet MS';">Bertempat di Gedung Serbaguna Palem Semi Tangerang</span><br />
<span style="font-family:'Trebuchet MS';"></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';"><span><span>Semoga dengan pernikahan ini Allah senantiasa memberikan kami keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah serta senantiasa mendapat barakah dari Alloh SWT.</span><br />
<span style="font-family:'Trebuchet MS';"><br />
Berkenaan hal tersebut, mohon kiranya sahabat dapat mendoakan kami:</span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Barakallahu laka wa baraka a&#8217;laikuma wa jama&#8217;a bi khoirin</span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Kehadiran serta doa restu Bapak/Ibu/Saudara( i) merupakan kehormatan dan kebahagian bagi kami.</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';"></span><br />
<span style="font-family:'Trebuchet MS';">Terima kasih</span><br />
<span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </span><br />
<font size="2"><span style="font-size:12pt;font-family:'Trebuchet MS';">Panji dan Feni.<br />
</span></font></p>
<p><font size="2">Wassalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh </font></p>
<p><a href="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0002.jpg" title="Undangan Hal 2"><img src="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0002.thumbnail.jpg?w=460" alt="Undangan Hal 2" /></a></p>
<p><a href="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0003.jpg" title="Undangan Hal 3"><img src="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0003.thumbnail.jpg?w=460" alt="Undangan Hal 3" /></a></p>
<p><a href="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0001.jpg" title="Undangan Hal 1"><img src="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0001.thumbnail.jpg?w=460" alt="Undangan Hal 1" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pratomo.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pratomo.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=94&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2007/12/21/94/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0002.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Undangan Hal 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0003.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Undangan Hal 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pratomo.files.wordpress.com/2007/12/img_0001.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Undangan Hal 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Which is better ?</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2007/05/17/which-is-better/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2007/05/17/which-is-better/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2007 07:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/2007/05/17/which-is-better/</guid>
		<description><![CDATA[Hidupkanlah malam dengan dzikrul maut &#8230;. adalah lebih baik menangisi kematian saat hidup dibanding menyesali kehidupan saat maut telah menjelang. Bahwa manusia sumber salah dan alpa itu adalah sunnatullah&#8230; Namun taubat hanyalah bagi mereka yang ingin diampuni dan diselamatkan dari api neraka.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=88&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidupkanlah malam dengan dzikrul maut &#8230;.<br />
adalah lebih baik menangisi kematian saat hidup<br />
dibanding menyesali kehidupan saat maut telah menjelang.</p>
<p>Bahwa manusia sumber salah dan alpa itu adalah sunnatullah&#8230;<br />
Namun taubat hanyalah bagi mereka yang ingin diampuni dan diselamatkan dari api neraka.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pratomo.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pratomo.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=88&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2007/05/17/which-is-better/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Killing me softly</title>
		<link>http://pratomo.wordpress.com/2007/05/17/killing-me-softly/</link>
		<comments>http://pratomo.wordpress.com/2007/05/17/killing-me-softly/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2007 07:48:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Pratomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pratomo.wordpress.com/2007/05/17/killing-me-softly/</guid>
		<description><![CDATA[I know i haven&#8217;t written a single post in ages. I just can&#8217;t find the mood to do it just yet. Plus i&#8217;m in a state of remorse. Everyone in this wicked world is sinful, that what makes us human. Those who are blessed are those who can climb their way out of the dark [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=87&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I know i haven&#8217;t written a single post in ages. I just can&#8217;t find the mood to do it just yet. Plus i&#8217;m in a state of remorse.</p>
<p>Everyone in this wicked world is sinful, that what makes us human. Those who are blessed are those who can climb their way out of the dark valleys of sin, to breath the air of faith and shined by hidayah.</p>
<p>I wish i can stand on a place that high. To be able to easily cry because of sin, or just a touch of my forehead in a sajjadah, or a few words of the holy Quran.</p>
<p>My sins is eating me alive &#8230;<br />
with only Quran as my only salvation<br />
an Oasis in the vast sandy desert</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pratomo.wordpress.com/87/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pratomo.wordpress.com/87/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pratomo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pratomo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pratomo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pratomo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pratomo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pratomo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pratomo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pratomo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pratomo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pratomo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pratomo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pratomo.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pratomo.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pratomo.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pratomo.wordpress.com&amp;blog=455730&amp;post=87&amp;subd=pratomo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pratomo.wordpress.com/2007/05/17/killing-me-softly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0eaf8070a726e622be90317cd8639e69?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">panjibangget</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
