jump to navigation

Sandaran Hati 6 November 2006

Posted by Panji Pratomo in Poems & Quotations, Religion.
1 comment so far

Yakinkah ku berdiri
Di hampa tanpa tepi
Bolehkah aku MendengarMu

Terkubur dalam emosi
Tak bisa bersembunyi
Aku dan nafasku MerindukanMu

Terpuruk ku di sini Teraniaya sepi
Dan ku tahu pasti Kau menemani

Dalam hidupku …
Kesendirianku …

Teringat ku teringat
Pada janjiMu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati

Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika Kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
‘Sandaran hati

Inikah yang Kau mau
Benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadirMu
Dalam gelapnya
Malam hariku

By : Letto

DIFFERENSIAL CINTA 20 October 2006

Posted by Panji Pratomo in Personal, Poems & Quotations.
2 comments

Saat aku bersua
dengan eksponen jiwamu,
sinus kosinus hatiku bergetar
Membelah rasa
Diagonal-diagonal ruang hatiku
bersentuhan dengan diagonal-diagonal bidang hatiku
Jika aku adalah akar-akar persamaan x1 dan x2
maka engkaulah persamaan dengan akar-akar 2×1 dan 2×2

Aku ini binatang jalang
Dari himpunan yang kosong
Kaulah integrasi belahan jiwaku
Kaulah kodomain dari fungsi hatiku

Kemana harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?
kulihat variabel dimatamu
Matamu bagaikan 2 elipsoid
hidungmu bagaikan asimptot-asimptot hiperbola
kulihat grafik cosinus dimulutmu
modus ponen…. modus tollens….
entah dengan modus apa kusingkap logika hatimu…..

Beribu-ribu matriks ordo 2×2 kutempuh
Bagaimana kuungkap adjoinku padamu
kujalani tiap barisan geometri
yang tak hingga jumlahnya pula..
tiap barisan aritmatika yang tak terhitung

Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek
berimpit pada pukul 10.54 6/11

Belum ada Judul II 10 October 2006

Posted by Panji Pratomo in Personal, Poems & Quotations.
add a comment

Dalam Satu Tarikan Nafas
Memandang bulan yang sama
Benderang meliputi selaksa
Pojok beranda yang berpelita
Juga jiwaku seluruhnya
Yang kian redup dihirup
Dalam Satu Tarikan Masa

Apa arti harta dan tahta?
Sedang maut menghempas mereka
Menyekat nafas di pangkal lidah
Dan dada menghembus berat bulir-bulir dunia
Menghempas memori tawa dan tangis
Dalam potongan potongan gambar diri
Yang dulu gagah dan cantik
Bangga akan dosa

Disisakan hanya satu nafas
Atas nama hidup dan mati
Satu Tarikan Nafas Kematian

Belum ada Judul I 10 October 2006

Posted by Panji Pratomo in Personal, Poems & Quotations.
add a comment

Kulewati setapak sunyi
tuk menanti kehadiran
ketika tiadaMU memasungku
jatuh dalam kehinaan susila
Hilang dari genggaman Rabb

Layaknya ruh menjelajahi lembah
gaungnya terdengar melintasi pelosok
Hampa … menusuk jiwa …
menembus kedinginan kabut hutan hujan

kulukis hari-hari diatas kanvas kejujuran
saat kehadiranku mencambuk tiap guratannya
menorehkan tinta hitam jelaga tiap goresannya
mengoyak kanvas dari putih kesucian

selalu saat mimpi itu kembali
membuatku terjaga … tersadar …
disapa hanya soneta kehidupan malam
hanya pada malam-malam seperti ini …

Aku membencimu 5 October 2006

Posted by Panji Pratomo in Personal, Poems & Quotations, Religion.
add a comment

hari ini biarkanlah aku dalam keterasinganku
aku sangat membencimu …
Wahai dunia…
tidak bosan2nya kau mendatangiku
berjalan dengan jubah terseret megah
senyummu yang dulu selalu mampu menaklukanku
kini sangat kubenci…

Aku sangat membenci bisikanmu …
yang menarikku terbang jauh di angkasa
meninggalkan diriku dengan angan
dan di saat yang sama …
membunuhku perlahan dengan bisa

aku sangat membenci waktuku …
saat ditemani olehmu
kau rentang sayap2mu untuk merangkulku
dan di saat yang sama …
menusukkan pedang dan sembilu
di balik bulu2 hangatmu

lepaskanlah belenggumu padaku
karena aku kepunyaan Rabb-ku
dan kepada-NYAlah aku-kan kembali
biarkanlah aku terasing…
karena waktuku tak lagi banyak
hanya detik2 terakhir ini yang kupunya

aku hanya ingin bersujud
dalam balutan iman…
menangis, merindu, hidup dan mati
karena 4JJ1

Aku ingin terasing …
biarkanlah aku terasing …

Dan nasyidpun berpuisi 5 October 2006

Posted by Panji Pratomo in Poems & Quotations.
add a comment

Berjalan meliat jalan yg tercungkang
karena dua halangan
-satu keegoan
-dua kesempitan
akhir kita tempuhi bersama
tiada pernah dipinta

Kita teruji hingga menghinakan
Kita tersimpuh hingga melupakan
hubungan yg telah lama ada

padamkan segala api yg bisa membakar kita
semaikan benih mahmudah
yg suburnya membawa arti

Padamkan ………


Bagai kedipan lilin yg berkilau bercahaya
menggantikan mentari terangi malam nan gulita
membakar diri memberikan cahaya
membiar diri pasrah terlebur berkorban segalanya
penuh rela …biar dimamah arus usia
tidak pernah kenal derita
bagai sungai kasih yg mengalir
tiada perhentiannya …
tak bertebing …duhai ibunda kaulah anugerah istimewa
berkorban jiwa raga redahi hidup yg mencabang
bersusah susah arungi derita
hidupmu penuh terjal merintih
payah yg tiada kesudahan

tidak sekali mengharapkan dipelasi permata
cukup engkau rasa bahagia jika anakmu berjaya
kaulah penawar hati …
walau hatimu terluka

wahai bunda …
hanya Tuhan saja yg dapat membalas jasamu
karna Tuhan saja yg tahu penderitaanmu


ALangkah indahnya jika dapat bersua
walaupun seketika
bersamamu wahai kekasih 4JJ1
malam kan kelam tiada berbintang
bulan suram tiada cahaya
hadirmu membawa cahaya
menerangi hidup kami


Bahagia seluruh semesta
bermula dari keluarga
dari titisan susu ibu tercinta
mengalirlah sungai kasih abadi

tumbuh dari keringat ayah
kita perah pengorbanannya yg melimpah
derai air matanya mengalir
dikala kita rajut cita2

rentaslah seribu langkah
kembaralah ke sluruh alam
takkkan kau temui
semurni cinta keluarga

langkah remajamu ditusuk sembilu
kembara dewasamu dialur nafsu
ingatlah pesan ibu
kenanglah pesan ayah
kembalilah ke jalan 4JJ1
sayangi keluargamu
disitulah bahagia


Tercalar pelangi diiris gerimis
senjapun merangkak menutup mentari
terbias warnanya ke wajah
lagu kedamaian tiada kedengaran
bumi yg merekah disirami darah
kemelut melanda tiada kesudahan
kemusnahan merajalela

anak2 kecil menggoncangkan ibunya
yg lemah lunglai …
tak lagi bernyawa …
jeritan suara matinya
tak siapa mendengarnya

tergadai kemaluan oleh janji2
terbayarkah dengan nyawa dan darah
soalan yg tiada jawaban

kemanusiaan telah lama hilang
kini yg tinggal hanya ketakutan
musnah kasih sayang dan persaudaraan
tandus akhlak dan keimanan
menyemai persengketaan


Munajatku padamu Tuhan
ampuni dosa ku masa silam
sempurnakanlah kehidupanku
murahkan rizki dngan nikmatmu
jadikanku hamba bertaqwa
tiang iman untuk agama

Munajatku padamu Tuhan
ampuni dosa sekalian insan
sempurnakanlah hidup kami
murahkan rizki dngan nikmatmu
jadikan kami hamba bertaqwa
tiang iman untuk agama

Laa Ilaaha Illallah …
jauhkan aku dari siksaan
api neraka yg panas membakar manusia ingkar di dunia

MuhammdarRasulullah
terimalah ku jd umatmu
kumohon syafaat darimu
beratkan neraca pahalaku nanti

aku aniaya diri sendiri slamanya
ku tak tertangguh doka dan dosa silamku


Kepekatan malam dihiasi rembulan
siang pula datang bersama sinaran mentari
dlam resahnya hati ini kuturutkan langkah kaki
tak terasa kulalui jalan yg berliku2

kujatuhkan pandangan
kulihat jurang dalam
penuh dengan onak duri

kudongakkan kepala
kulihat langit tinggi
terbentang luas
tiada bertepicahayamu indah
menyinari hidupku ini
memupuk iman dijiwaku
dengan cahayamu
berikan pelita dihatiku
syiarmu indah kusungguh terpaku

kalammu indah
terdengar merdu ditelinga
mengajar menyadarkanku
kasihmu Tuhan
membuat hatiku merindu
kurasa indah di dalam rahmatmu


Sudah menjadi lumrah kehidupan di dunia
cabaran dan godaan mendewasakan usia
rintangan di lalui tambah pengalaman diri
sudah sunnah ketetapan ilahi

deras arus dunia
menghanyutkan yg terlena
indah fatamorgana melalaikan menipu daya
dikejar dicintai
bak bayangan tak bertepi
tiada sudahnya dunia yg dicari

begitu indah dunia
siapapun kan tergoda
Harta, Tahta dan Wanita melemahkan jiwa
tanpa iman dalam hati
kita kan dikuasai …
syetan nafsu dalam diri
musuh yg tersembunyi

pulanglah pada Tuhan
cahaya kehidupan
(syarat bahagia di dunia, akherat kekal slamanya pada 4JJ1)
keimanan, ketaqwaan kepada-NYA
senjata utama

sabar menempuh jalan
tetapkan iman di hati
yakinkan janji Tuhan
surga yg sedia menanti

imanlah penyelamat
dunia penuh pancaroba
hidup akherat kita kekal bahagia


Hidup tak selalunya indah
langit tak selalu cerah
suram langit tak berbintang
itulah lukisan alamjadilah rumput nan lemah lembut
tak luruh dipukul ribut
bagai karang didasar lautan
tak terusik dilanda badai

dalam sukar hitunglah kesyukuranmu
dalam senang awasi kealpaanmu
sekikis derita melanda
segunung kurniaan-NYAusah mengharapkan kesenangan
dalam perjuangan penuh pengorbanan
usah dendam berpanjangan
maafkan kesalahan insan
begitu ajaran Tuhan

dalam riak taburkanlah baktimu
dalam tenang buangkanlah amarahmu
suburkanlah sifat sabar
dalam jiwamu itu


Hidup ini bagai lampu dinding
yg dinyalakan di malam hari
apabila minyak sudah kering
iakan pasti padam sendiri

demikian hidup manusia
selama hidup di dunia ini
bila tlah cukup umur usia
putuslah hubungan disana sini

setelah kita tinggalkan dunia
alam yg lain pula menanti
apakah kita dapat kurnia
itu melihat amal dan bakti

disana insan cemas dan bimbang
tak dapat lg buat alasan
buruk dan baik akan ditimbang
kedua2nya dapat balasan