Ibrah Hari Ini 3 November 2006
Posted by Panji Pratomo in Personal, Religion.trackback
Dalam setiap langkah yang kuambil hari ini, Allah memberikan pesanNYA kepadaku.
Hari ini … aku hampir memutuskan untuk istirahat kerja untuk hari ini, mengabaikan tubuhku yang sebenarnya luar biasa sehat untuk orang seumurku. Aku terbangun pada saat subuh, hanya untuk mendapati diriku kembali tertidur setelahnya, mengabaikan waktu lapangku yang luar biasa kosong tanpa ada aktivitas sama sekali. Bahkan hanya untuk membaca lembaran ayat ayat suci untuk menenangkan hati.
Mungkin karena hal inilah Allah mempertemukanku dengan orang orang seperti mereka….
Aku tak pernah percaya akan adanya kebetulan,
semua pasti terjadi karena adanya kehendak Allah …
Hari ini dengan tubuh yang terseret layaknya orang tua, aku berusaha untuk bersiap siap untuk bekerja. Mengabaikan masa muda penuh kreatifias dan energi yang sebenarnya masih dengan nyata kumiliki. Aku menaiki mikrolet, lalu metro mini 75 …
Dan saat itulah, berbeda dengan hari-hari yang lain. Dimana pengamen akan menyanyikan lagu-lagu cinta yang mendayu-dayu, orang ini memutuskan untuk menyanyikan lagu Raihan “Demi Masa” :
Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian
melainkan yang beriman dan yang beramal sholeh
gunakan kesempatan yang masih diberi
Semoga kita tak kan menyesalMasa usia kita jangan disiakan
karena ia takkan kembaliingat lima perkara sebelum lima perkara
sehat sebelum sakit
muda sebelum tua
kaya sebelum miskin
lapang sebelum sempit
hidup …. sebelum …. mati
Alunan syair itu seperti menghujam tepat ke hati …
Sebenarnya apa saja yang telah kulakukan selama ini
Sehingga aku mencoba untuk memanfaatkan apa yang tersisa dari waktu hari ini, dengan mencari nafkah (Bekerja). Dan karena ini adalah hari jumat, aku bersegera untuk ke masjid untuk mendengarkan petuah sang khatib hari ini … Dan dia berkata saat awal khotbahnya :
Sesungguhnya segala amal ibadah yang kita kerjakan manfaatnya adalah untuk diri kita sendiri, dan tidak memberikan pengaruh apapun terhadap Allah. Dan setiap ibadah yang diperintahkan Allah terhadap manusia adalah sesuatu yang pasti bisa dikerjakan oleh manusia.
“Sesungguhnya AKU tidak akan berlaku zhalim terhadap hamba2KU”
“AKU tidak membebani manusia kecuali ia mampu menanggungnya”
Kita sebenarnya tidak mempunyai alasan untuk tidak beribadah, karena ia telah didesign oleh yang paling mengenal manusia yaitu Sang Pencipta, agar hal tersebut mampu kita kerjakan. Dan yang mengecap manfaat dari itu semua adalah manusia.
Hanyalah syetan yang kerap menggoda kita untuk menghentikan atau menunda atau merusak waktu-waktu ibadah kita. Sehingga memberikan kesan memberatkan bagi kita atau kadang merepotkan bahkan beban … na’udzubillahi min dzalik …
Sungguh saat ditanya di hari akhir nanti, kita tidak akan mempunyai argumen apapun yang bisa membebaskan kita dari kelalaian kita dalam beribadah …
Panji, Jum’at 3 November 2006
Comments»
No comments yet — be the first.