DIFFERENSIAL CINTA 20 October 2006
Posted by Panji Pratomo in Personal, Poems & Quotations.trackback
Saat aku bersua
dengan eksponen jiwamu,
sinus kosinus hatiku bergetar
Membelah rasa
Diagonal-diagonal ruang hatiku
bersentuhan dengan diagonal-diagonal bidang hatiku
Jika aku adalah akar-akar persamaan x1 dan x2
maka engkaulah persamaan dengan akar-akar 2×1 dan 2×2
Aku ini binatang jalang
Dari himpunan yang kosong
Kaulah integrasi belahan jiwaku
Kaulah kodomain dari fungsi hatiku
Kemana harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?
kulihat variabel dimatamu
Matamu bagaikan 2 elipsoid
hidungmu bagaikan asimptot-asimptot hiperbola
kulihat grafik cosinus dimulutmu
modus ponen…. modus tollens….
entah dengan modus apa kusingkap logika hatimu…..
Beribu-ribu matriks ordo 2×2 kutempuh
Bagaimana kuungkap adjoinku padamu
kujalani tiap barisan geometri
yang tak hingga jumlahnya pula..
tiap barisan aritmatika yang tak terhitung
Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek
berimpit pada pukul 10.54 6/11
duh salut ne tapi pusing deh……..
Hahaha ….
ga nyangka ada yg mao nyempet2 in buka topik ini, ngasih komentar pula…. :p
Thx,
tp ini puisi turun temurun anak matematik. entah siapa yg memulai, tp hampir semua anak math tahu puisi ini…