jump to navigation

Dan nasyidpun berpuisi 5 October 2006

Posted by Panji Pratomo in Poems & Quotations.
trackback

Berjalan meliat jalan yg tercungkang
karena dua halangan
-satu keegoan
-dua kesempitan
akhir kita tempuhi bersama
tiada pernah dipinta

Kita teruji hingga menghinakan
Kita tersimpuh hingga melupakan
hubungan yg telah lama ada

padamkan segala api yg bisa membakar kita
semaikan benih mahmudah
yg suburnya membawa arti

Padamkan ………


Bagai kedipan lilin yg berkilau bercahaya
menggantikan mentari terangi malam nan gulita
membakar diri memberikan cahaya
membiar diri pasrah terlebur berkorban segalanya
penuh rela …biar dimamah arus usia
tidak pernah kenal derita
bagai sungai kasih yg mengalir
tiada perhentiannya …
tak bertebing …duhai ibunda kaulah anugerah istimewa
berkorban jiwa raga redahi hidup yg mencabang
bersusah susah arungi derita
hidupmu penuh terjal merintih
payah yg tiada kesudahan

tidak sekali mengharapkan dipelasi permata
cukup engkau rasa bahagia jika anakmu berjaya
kaulah penawar hati …
walau hatimu terluka

wahai bunda …
hanya Tuhan saja yg dapat membalas jasamu
karna Tuhan saja yg tahu penderitaanmu


ALangkah indahnya jika dapat bersua
walaupun seketika
bersamamu wahai kekasih 4JJ1
malam kan kelam tiada berbintang
bulan suram tiada cahaya
hadirmu membawa cahaya
menerangi hidup kami


Bahagia seluruh semesta
bermula dari keluarga
dari titisan susu ibu tercinta
mengalirlah sungai kasih abadi

tumbuh dari keringat ayah
kita perah pengorbanannya yg melimpah
derai air matanya mengalir
dikala kita rajut cita2

rentaslah seribu langkah
kembaralah ke sluruh alam
takkkan kau temui
semurni cinta keluarga

langkah remajamu ditusuk sembilu
kembara dewasamu dialur nafsu
ingatlah pesan ibu
kenanglah pesan ayah
kembalilah ke jalan 4JJ1
sayangi keluargamu
disitulah bahagia


Tercalar pelangi diiris gerimis
senjapun merangkak menutup mentari
terbias warnanya ke wajah
lagu kedamaian tiada kedengaran
bumi yg merekah disirami darah
kemelut melanda tiada kesudahan
kemusnahan merajalela

anak2 kecil menggoncangkan ibunya
yg lemah lunglai …
tak lagi bernyawa …
jeritan suara matinya
tak siapa mendengarnya

tergadai kemaluan oleh janji2
terbayarkah dengan nyawa dan darah
soalan yg tiada jawaban

kemanusiaan telah lama hilang
kini yg tinggal hanya ketakutan
musnah kasih sayang dan persaudaraan
tandus akhlak dan keimanan
menyemai persengketaan


Munajatku padamu Tuhan
ampuni dosa ku masa silam
sempurnakanlah kehidupanku
murahkan rizki dngan nikmatmu
jadikanku hamba bertaqwa
tiang iman untuk agama

Munajatku padamu Tuhan
ampuni dosa sekalian insan
sempurnakanlah hidup kami
murahkan rizki dngan nikmatmu
jadikan kami hamba bertaqwa
tiang iman untuk agama

Laa Ilaaha Illallah …
jauhkan aku dari siksaan
api neraka yg panas membakar manusia ingkar di dunia

MuhammdarRasulullah
terimalah ku jd umatmu
kumohon syafaat darimu
beratkan neraca pahalaku nanti

aku aniaya diri sendiri slamanya
ku tak tertangguh doka dan dosa silamku


Kepekatan malam dihiasi rembulan
siang pula datang bersama sinaran mentari
dlam resahnya hati ini kuturutkan langkah kaki
tak terasa kulalui jalan yg berliku2

kujatuhkan pandangan
kulihat jurang dalam
penuh dengan onak duri

kudongakkan kepala
kulihat langit tinggi
terbentang luas
tiada bertepicahayamu indah
menyinari hidupku ini
memupuk iman dijiwaku
dengan cahayamu
berikan pelita dihatiku
syiarmu indah kusungguh terpaku

kalammu indah
terdengar merdu ditelinga
mengajar menyadarkanku
kasihmu Tuhan
membuat hatiku merindu
kurasa indah di dalam rahmatmu


Sudah menjadi lumrah kehidupan di dunia
cabaran dan godaan mendewasakan usia
rintangan di lalui tambah pengalaman diri
sudah sunnah ketetapan ilahi

deras arus dunia
menghanyutkan yg terlena
indah fatamorgana melalaikan menipu daya
dikejar dicintai
bak bayangan tak bertepi
tiada sudahnya dunia yg dicari

begitu indah dunia
siapapun kan tergoda
Harta, Tahta dan Wanita melemahkan jiwa
tanpa iman dalam hati
kita kan dikuasai …
syetan nafsu dalam diri
musuh yg tersembunyi

pulanglah pada Tuhan
cahaya kehidupan
(syarat bahagia di dunia, akherat kekal slamanya pada 4JJ1)
keimanan, ketaqwaan kepada-NYA
senjata utama

sabar menempuh jalan
tetapkan iman di hati
yakinkan janji Tuhan
surga yg sedia menanti

imanlah penyelamat
dunia penuh pancaroba
hidup akherat kita kekal bahagia


Hidup tak selalunya indah
langit tak selalu cerah
suram langit tak berbintang
itulah lukisan alamjadilah rumput nan lemah lembut
tak luruh dipukul ribut
bagai karang didasar lautan
tak terusik dilanda badai

dalam sukar hitunglah kesyukuranmu
dalam senang awasi kealpaanmu
sekikis derita melanda
segunung kurniaan-NYAusah mengharapkan kesenangan
dalam perjuangan penuh pengorbanan
usah dendam berpanjangan
maafkan kesalahan insan
begitu ajaran Tuhan

dalam riak taburkanlah baktimu
dalam tenang buangkanlah amarahmu
suburkanlah sifat sabar
dalam jiwamu itu


Hidup ini bagai lampu dinding
yg dinyalakan di malam hari
apabila minyak sudah kering
iakan pasti padam sendiri

demikian hidup manusia
selama hidup di dunia ini
bila tlah cukup umur usia
putuslah hubungan disana sini

setelah kita tinggalkan dunia
alam yg lain pula menanti
apakah kita dapat kurnia
itu melihat amal dan bakti

disana insan cemas dan bimbang
tak dapat lg buat alasan
buruk dan baik akan ditimbang
kedua2nya dapat balasan

Comments»

No comments yet — be the first.